Breaking News

Komputer

Internet

Pendidikan

Tuesday, 18 August 2015

Siswa Aceh Lebih Takut Kepala Sekolah Ketimbang Polisi

Bagikaninformasi.blogspot.com - Polresta Kota Banda Aceh mencatat pelanggaran berlalu lintas dilakukan siswa masih tinggi. Pelanggaran ini diduga akibat banyak orangtua yang membiarkan anaknya mengendarai sepeda motor terutama saat ke sekolah, padahal banyak di antara pelajar itu masih di bawah umur. 
 "Bisa dikatakan 25 persen (pelanggar lalu lintas) itu dari kalangan anak sekolah," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banda Aceh, Kompol M Junaeddy, belum lama ini.
Menurutnya bentuk pelanggaran paling banyak dilakukan siswa adalah tidak menggunakan helm, tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sering tidak membawa Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK).

Dalam tiap kali penertiban lalu lintas dilakukan polisi terutama di pagi hari saat jam masuk sekolah, banyak siswa kedapatan melanggar lalu lintas. Berulang kali diingatkan tapi tak banyak perubahan. Junaeddy menuturkan banyak siswa yang melanggar lalu lintas tak takut kalau polisi menilangnya.

"Anak-anak itu lebih takut kita lapor ke kepala sekolahnya. Mereka malah minta ditilang saja, waktu kami bilang mau kita laporin ke sekolahnya. Makanya mulai sekarang akan kami berlakukan, kalau ada siswa yang melanggar kami serahkan saja ke pihak sekolah, biar sekolah yang membina mereka," lanjut Junaeddy.

Kesadaran warga berlalu lintas di Banda Aceh belum begitu membudaya. Menurut Junaeddy, angka pelanggaran paling banyak terjadi pada siang hingga malam hari. Sementara pada pagi hari rata-rata menggunakan helm, dan mematuhi rambu lalu lintas.

"Kalau siang sampai sore hari itu hanya 25-30 persen yang pakai helm. Apalagi kalau malam itu lebih banyak lagi (pelanggaran), sampai terobos-terobos lampu merah,"ujarnya.
Tingginya pelanggaran berlalu lintas ini, kata dia, berdampak signifikan terhadap angka kecelakaan.
"Kecelakaan banyak terjadi karena ketidaksadaran itu,"sebut Junaeddy.

Untuk itu, lanjut dia, sekarang polisi gencar melakukan razia dengan menyasar langsung pengendara yang melanggar peraturan. Dia mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam tertib berlalu lintas, dan jangan takut dengan razia polisi.

Kasat Lantas meminta wartawan mengawasi kinerja polisi dalam menertibkan lalu lintas. "Kalau ada anggota saya yang melanggar catat namanya, laporkan ke saya. Kalau terbukti dia melanggar akan saya kasih tindakan. Kalau tidak bisa kami bina, akan kami binasakan," pungkasnya.

Sumber : http://news.okezone.com

No comments:

Post a Comment